Senin, 05 Februari 2018

JadiDinner Bersama Ruth Stefanie Selebgram Surabaya

Dinner Bareng Ruth Stefanie Special Imlek
Ada yang sudah punya rencana untuk gabung dengan Jadipergi untuk merayakan IMLEK 2018 tahun ini? Karna event imlek tahun ini Jadipergi mengadakan acara khusus buat sobat jadipergi yaitu acara JadiDinner Bersama Ruth Stefanie Selebgram Surabaya.

Pasti Sobat JP warga Suroboyo tau dong Ruth Stefanie ini siapa? Cewek cantik berwajah oriental ini bakal nemenin dinnermu di nuansa IMLEK 2018!

Selain cantik, Ruth juga ramah dan asyik banget loh anaknya. Kalian bisa selfie bareng dan di upload di sosmed kalian masing-masing. Jangan lupa berdandan secantik dan setampan mungkin…supaya tidak kalah dengan selebgram nya.. hehehehe

Catat tanggal dan waktu nya yaa sobat :
24 February 2018,
Hanya dengan IDR 299 ribu saja
Lokasi : PALACIA RESTO ( CHAPEL )

Tunggu apalagi sobat semua, buruan daftar di www.jadipergi.com pilih "Dinner bersama Ruth Stefanie"
Jangan sampai ya terlambat daftar karena Seat terbatas

Wisata Jelajah Sawah Pertanian Bowongan "Songgo Langit"

Wisata Jelajah Sawah Pertanian Bowongan "Songgo Langit"
Mengubah lahan pertanian menjadi destinasi wisata itu sudah biasa. Tetapi menyulap lahan sawah dengan tetap mempertahankan area persawahan menjadi objek wisata cukup membuat mengundang rasa ingin tahu.
Setidaknya itu yang terasa saat berwisata ke Jelajah Sawah Pertanian Bowongan (JSPB) "Songgo Langit" di Dusun Sukorame, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.
Destinasi ini tergolong baru karena tengah diuji coba pada 5-31 Januari 2018.
JSPB "Songgo Langit" adalah area sawah yang membentang seluas lima hektare. Hijau sejauh mata memandang, membuat mata segar setelah menempuh perjalanan yang menanjak dan berkelok curam.
Tak ada aktivitas bertani di area sawah yang sebagian milik petani dan sebagian lagi tanah kas desa. Yang terlihat justru muda-mudi, rombongan keluarga yang berwisata dengan berjalan santai di atas area sawah tanpa khawatir menginjak lumpur.
Di atas area persawahan dibangun jembatan bambu dengan ketinggian sekitar 1,5 meter dari permukaan sawah. Panjang jembatan 357 meter sengaja dibuat mengitari area sawah.
Batang-batang bambu petung yang berdiameter besar menjadi tiang-tiang penyangganya. Cukup kokoh menyangga beban wisatawan yang bisa puluhan orang bersamaan berada di atasnya.
Tak heran dinamakan "Songgo Langit" yang kurang lebih berarti menyangga langit. Lalu bilah-bilah bambu dipasang berjajar selebar satu meter menjadi papan jembatannya.
Tak hanya hijaunya sawah yang membentang dan pepohonan rimbun yang tumbuh di tepian sawah yang menjadi pemandangan penyejuk mata. Namun di sepanjang jembatan bambu itu menawarkan pemandangan menarik bagi wisatawan untuk berswafoto.
Lokasi yang paling sering menjadi area foto adalah sepanjang jalur jembatan. Lantaran sembari pengunjung berjalan sembari pula berhenti untuk membidik dengan kamera profesional atau pun dengan kamera ponsel.
Pengelola wisata di sana menyediakan atribut caping atau topi bundar dan lebar dari bambu dan payung yang bisa dipergunakan pengunjung. Ongkos sewa masing-masing Rp2 ribu sekali pakai.
Sejumlah titik tersedia untuk berswafoto. Ada luku atau alat membajak dari kayu yang dipajang di pagar jembatang. Luku merupakan alat bajak tradisional yang dioperasikan dengan ditarik hewan ternak seperti sapi atau pun kerbau. Alat bajak itu sudah cukup langka dipergunakan karena sudah digantikan dengan mesin traktor.
Sejumlah pengunjung yang mengendarai sepeda pun mengangkut sepedanya ke atas jembatan dan dikayuh di sana. Sembari berolah raga, tak lupa mengabadikan momentum bersepeda di atas sawah.
Foto-foto panorama indah "Songgo Langit" sudah cukup ramai di media sosial, meskipun obyek wisata itu tergolong baru.
Di sini pengunjung bisa menemukan panggung dua lantai dari bambu yang dibuat di salah satu sudut jembatan. Panggung tinggi yang disebut dengan gardu pandang itu tak hanya berfungsi sebagai titik foto.
Dari atasnya pengunjung bisa menikmati suasana pedesaan yang jauh membentang dari ketinggian. Meskipun di atas sawah, pengunjung dipersilakan mengudap makanan. Catatannya, sampahnya dibuang ke dalam keranjang-keranjang sampah dari anyaman bambu yang disediakan di sepanjang jembatan.
Desa Wisata "Songgo Langit" Sukorame, memiliki objek wisata yang terkesan sederhana, tetapi ada tantangan sendiri untuk membuatnya. Mengingat semua dusun di Mangunan telah mempunyai desa wisata yang mengandalkan keunikan alamnya.
Wisata "Songgo Langit" memasang tarif untuk parkir kendaraan roda empat Rp5 ribu dan Rp2 ribu untuk roda dua. Sedangkan tiket masuk masih sukarela.  Tiket masuk dipatok Rp2ribu per orang. Sedangkan bagi pengunjung yang melakukan foto pranikah dikenai tarif Rp100 ribu.
Sayangnya, belum ada homestay atau pun penginapan di seputaran Sukarame. Di sisi lain, meskipun belum ada angkutan pedesaan yang berseliweran di sana, pengunjung yang tidak mengendarai kendaraan pribadi mendapat kemudahan untuk sampai ke Sukorame.

Selasa, 30 Januari 2018

Wisata Sejarah Kota Bandung

Wisata Sejarah Kota Bandung

Wisata Sejarah Kota Bandung – Lagu perjuangan Bandung Lautan Api memang cocok di sematkan pada kota berhawa sejuk yang dijuluki sebagai Kota Kembang ini. Tidak hanya dikenal sebagai kota yang mempunyai banyak tempat wisata, Bandung juga dikenal mempunyai tempat wisata sejarah yang sangat menarik.
Banyaknya peristiwa penting yang terjadi di Kota bandung pada masa lalu banyak mewarnai perjalanan sejarah yang ada, terutama peninggalan berupa monumen maupun bangunan yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.
Selain berwisata, menelusuri rekam perjuangan pemuda bangsa, khususnya di kota Bandung, bisa menjadi sarana menambah wawsan serta lebih memupuk semangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan sekaligus mencintai warisan sejarah yang tidak ternilai harganya.
Di bawah ini adalah 11 tempat bersejarah yang menjadi bagian dari obyek wisata Bandung yang bisa tujuan dan referensi saat sedang berada di kota Bandung.

1. Jalan Asia-Afrika Bandung

jalan-asia-afrika - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Salah satu jalan tertua di Kota Bandung ini, menjadi bagian dari obyek wisata bandung yang bersejarah, khusunya ketika terjadi peristiwa Konferensi Asia – Afrika ( KAA ) dilaksakan di Kota Bandung.
Kawasan ini juga menjadi saksi bisu atas perjungan rakyat Bandung dalam upayanya meraih kemerdekaan dari penjajahan Belanda. masih di kawasan ini pula, terdapat bangunan bersejarah yang hingga kini masih bisa disaksikan seperti Gedung Merdeka, Masjid Raya Bandung, Akun – alun kota hingga Hotel Savoy Homann yang legendaris.

2. Hotel Savoy Homann Bandung

hotel-savoy-homann-bandung - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Salah satu hotel bintang emapt yang juga menjadi saksi sejarah di kawasan jalan Asia-Afrika adalah Hotel Savoy Homannv yang sangat dikenal dengan desain arsitekturnya yang khas dan deretan tamu – tamunya.
Sejarah dari hotel ini berawal dari Hotel Homann milik keluarga Homann, yang juga dikenal akan sajian kuliner lezatnya yang bernama rijsttafel. Hingga pada tahun 1939, bangunan tersebut dirancang dengan meniru desain gelombang samudera oleh Albert Aalbers yang diberikan sentuhan bergaya art deco.
Seiiring dengan kebutuhan zaman, penambahan kata “Savoy” disematkan pada bangunan hotel pada tahun 1940 untuk menunjukan eksistensinya. Hal tersebut berlanjut hingga era 1980-an, dimana telah dilakukan perombakan pada bangunan hotel tersebut.
Demi kenyamanan tamu yang berkunjung, maka dilakukan penambahan AC di depan, meletakan toliet di jalan masuk hingga memperbesar ukuran daun pintu. Karena memiliki pekarangan dalam sendiri dan lokasinya yang jauh dari jalan raya, banyak tamu yang betah menginap dan sarapan pagi dengan tenang di udara terbuka.
Pada saat Indonesia telah memperoleh kemerdekaanya dari penjajah Belanda, Hotel Homann Savoy ini diambil alih oleh pelaku bisnis hotel lainnya yaitu Grup Hotel Bidakara. Pengambil alihan hotel legendaris ini menambahkan nama Bidakara pada hotel tersebut yang kini menjadi Savoy Homann Bidakara Hotel.

3. Kilometer 0 Bandung

kilometer-0-bandung - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Obyek wisata bandung yang menarik lainnya adalah sebuah tugu yang bertuliskan “BDG 0”. Jika dilihat secara seksama, tugu tersebut merupakan penanda, bahwa lokasi di tempat berdirinya tugu tersebut merupakan Kilometer Nol sekaligus sebagai tanda pusat dari Kota Bandung.
Tugu yang terletak di Jalan Asia – Afrika tersebut mempunyai latar belakang sejarah yang berkaitan dengan pembangunan jalan raya antara Anyer dan Panarukan. Pada masa itu, proyek tersebut di kendalikan oleh seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang bernama H.W. Daendells.

4. Alun-Alun Bandung

alun-laun-bandung - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Ada banyak hal yang menarik dari obyek wisata Bandung  ini, terutama dari sisi sejarahnya di masa silam. Dahulu, ketika kota Bandung baru berdiri, kuda menjadi transportadi andalan yang digunakan untuk mengantarkan surat.
Ada sebuah jalan yang bernama Jalan banceuy yang dahulu bernama Oude Kerkhoffweg karena disna merupakan bekas kuburan China. Lambat laun, lokasi tersebut kini semkain ramai digunakan sebagai pusat penjualan suku cadang mobil dan peralatan listrik.
Alun – alun bandung yang menempati sisi di bagian selatan salah satu jalan raya pos (Grote Postweg) yang lokasinya berdekatan dengan Kantor Pos Besar Bandung, terkadang disebut masyarakat sekitar masih ada, tapi juga tidak ada. Aneh memang.
Masyarakat yang menyebut tidak ada, beranggapan bahwa lokasi yang dimaksud telah tiada dan secara fisik telah digantikan dengan bangunan plaza modern yang menjadi bagian dari Masjid Raya bandung.
Sebaliknya, saah satu destinasi wisata bandung yang bersejarah ini disebut oleh sebagian masyarakat masih ada, lantaran mereka jugha menyebutkan tempat ini sebagai Alun – alun Bandung.
Sempat direnovasi beberapa kali oleh pemerintah hingga terakhir dilakukan pada tahun 2014. Hingga pada tanggal 31 Desember pada tahun yang sama, Walikota Bandung yang saat itu dijabat oleh Ridwan Kamil, meresmikan pengunaan Alun – alun Bandung secara resmi.
Dengan luas area taman yang mencapai 1,2000 meter persegi, kawasan obyek wisata bandung ini dilengkapi dengan aneka fasilitas yang memanjakan pengunjungnya.  Dilengkapi dengan rumput sintetis, fasilitas pendukung seperti arena bermain anak, perpustakaan hingga jaringan internet melalui WiFi, bisa ditemukan disini.
Disebelah utara alun -alun, terdapat halte bis yang memanjang guna melengkapi fasilitas bangunan yang ada pada Alun – laun tersebut. Selain itu, di kawasan ini pula, banyak terdapat penjaja kuliner dan pedagang aksesoris.
Selain berfungsi sebagai taman hiburan dan sarana berkumpul, disekitar Alun – alun ini juga terdapat berbagai lokasi untuk berbelanja seperti di Jalan Dalem Kaum, Jalan Dewi Sartika, Jalan Otto Iskandardinata, atau Jalan Sudirman.

5. Masjid Agung Bandung

masjid-agung-bandung - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Status Masjid Raya Bandung sebagai masjid bagi provinsi Jawa Barat juga menjadi obyek wisata bandung yang menjadi lokasi wisata sejarah berikutnya. Selain digunakan untuk beribadah oleh umat Islam, Masjid Raya ini juga mempunyai kisah sejarah yang cukup menarik.
Masjid yang juga dikenal sebagai Masji Agung ini memiliki luas tanah keseluruhan  mencapai 23.448 m² dengan luas bangunan mencapai 8.575 m² dan mampu menampung sekitar 13.000 jamaah.
Dibangun pertama kali pada tahun 1810, Masjid Raya Bandung ini mengalami dealapn kali perombakan pada masa abad ke-19. Berlanjut pada abad ke-20m, bangunan masjid mengalami perombakan sebanyak lima kali.
Baru pada tahun milenium pertama, tepatnya pada tahun 2001, masjid tersebut direnovasi kembali hingga diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat yang saat itu dijabat oleh H.R. Nuriana pada tanggal 4 Juni 2003.
Masjid yang dulunya bercorak khas adat Sunda ,kini telah bersalin rupa dan mempunyai arsitektur yang bercorak khas timur tengah. 2 menara kembar pada sisi kanan dan kiri masjid yamng mempounyai tinggi mencapai 81 meter, selalu dibuka untuk khalayak umum di pada hari Sabtu dan Minggu.
Penggantian atap masjid dari yang semula berebntuk joglo yang mempunyai ciri khas kebudyaan Sunda, diganti dengan satu kubah besar pada atap tengah yang kini lazim ditemui sebagai bangunan ciri khas dari sebuah masjid.
Selain itu, pada bagian yang lebih kecil yang terdapat pada atap sebelah kiri dan kanan masjid, material pembuatannya menggunakan bahan dari batu alam dengan kualitas tinggi. Selain nuansa religi, Masjid Raya Bandung juga bisa menjadi sarana wisata sejarah kota Bandung yang menarik.

6. Gubernuran Bandung

Gubernuran-bandung - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Salah satu bangunan yang sarat dengan nilai sejarah adalah Gedung Pakuan atau biasa disebut juga sebagai Gubernuran. Proses dibangunnya gedung ini pada tahun 1864 hingga selesai pada tahun 1867, merupakan perintah dari Gubernur Jenderal Ch.F. Pahud.
Kronologi sejarah awal mula dibangunnya gedung ini disebabkan oleh pemindahan Ibukota Karesidenan Priangan dari Cianjur ke Bandung. Namun, pemindahan tersebut baru benar – benar terlaksana oleh residen Van der Moore. Pemindahan ini juga disebabkan oleh bencana alam meletusnya Gunung Gede yang memporak – porandakan Kota Cianjur.
Gedung Pakuan berhasil dibangun dengan mengerahkan pasukan Genie Militair, Belanda, yang juga disokong oleh Bupati Bandung ke-8, R.A Wiranatakusumah. Bupati yang juga dikenal sebagai Dalem Bintang R.A. Wiranatakusumah merupakan Bupati yang menjabat pada periode 1846 hingga 1847.
Dalam prosesnya, R.A. Wiranatakusumah banyak mengerahkan tenaga penduduk lokal yang diambil dari kampung Babakan Bogor dan Balubur Hilir untuk menyelesaikan pembangunan gedung tersebut. Sebagai imbalan atas jasa mereka, penduduk yang terlibat pengerjaan gedung tersebut dibebaskan dari biaya pajak.
Salah satu bentuk yang eksotis dari Gedung Pakuan ini adalah arsitektur yang digunakan menggunakan gaya Indische Empire Stijl yang sangat berkelas. Gaya arsitektur bangunan gedung ini juga sangat diminati oleh Jenderal Herman Willem Daendels.
Perancang Gedung Priangan yang monumental ini adalah seorang Insinyur yang merupakan kepala dari Departement van Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W), yang juga seorang staff dari Residen Van Der Moore.
Gedung Pakuan yang digunakan sebagai tempat berdinas dari Residen pertama yang memerintah Kota bandung, merupakan sebuah bangunan bersejarah dan menjadi warisan cagar budaya yang harus dilestarikan keberadaanya. Saat ini, bangunan tersebut difungsikan sebagai rumah dinas dari Gubernur Jawa Barat.

7. Stasiun Pusat Kereta Api Bandung

stasiun-kereta-api-pusat-bandung - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Sejarah mencatat, bahwa ide awal pembangunan Stasiun Bandung mempunyai kaitan yang erat dengan dibukanya areal perkebunan di sekitar wilayah Bandung dan sekitarnya. Proyek pembangunan stasiun ini dimulai pada tahun 1870.
Pada tanggal 17 Mei tahun 1884, Stasiun Bandung diresmikan oleh pemerintahan yang kala itu dijabat oleh Bupati Koesoemadilaga. Di saat yang bersamaan, jalur kereta Api  jurusan Batavia ke Bandung melalui Bogor dan Cianjur juga dibuka.
Pembukaan jalur kereta api ini sangat menguntungkan para pemilik perkebunan (Preangerplanters), dimana melalui jalur ini, mereka bisa mengirimkan hasil perkebunannya dengan cepat menuju Batavia.
Selain itu, untuk menunjang pengiriman hasil perkebunan, dibangunlah beberapa gudang penimbunan barang yang berdekatan dengan Stasiun Bandung seperti jalan Cibangkong dan Cikudatapeuh, maupun derah – daerah seperti Kosambi, Kiaracondong, Braga, Pasirkaliki, Ciroyom dan Andir.
Pembangunan gudang – gudang tersebut akan digunakan untuk menyimpan hasil dari perkebunan untuk diangkut kemudian dengan menggunakan kereta menuju ke Batavia (Jakarta masa kini).
Pada tanggal 1 November 1984, para pengusaha dan pemilik perusahaan perkebunan gula yang bersala dari Jawa Tengah dan Jawa Timur  (Suikerplanters), menyewa gerbong kereta menuju Bandung setelah rute Bandung menuju Surabaya diresmikan.
Keberangkatan para Suikerplanters tersebut untuk menghadiri Kongres Pengusaha Perkebunan Gula di Surabaya yang diselenggarakan pada tahun 1896. Kongres tersebut diprakarsai oleh dewan Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula (Bestuur van de Vereniging van Suikerplanters).
Seni bangunan bergaya Art Deco tampaknya menjadi favorit para arsitek pada masa silam. Hal ini dapat ditemukan Pada Stasiun Bandung, yaitu hiasan kaca patri beton pada bagian selatan Stasiun. Arsitek FJA Cousin yang telah berjasa menjadi kreator seni tersebut dalam upayanya memperluas bangunan lama Stasiun Bandung pada tahun 1909.
Stasiun Bandung mulai membuka rute yang menghubungkan Bandung-Rancaekek-Jatinangor-Citali pada tahun 1918. Berselang satu tahun kemudian, rute Bandung-Citeureup-Majalaya dibuka. Pada tahun 1921, pada jalur yang sama, rute Citeureup-Banjaran-Pegalengan resmi dibuka.
Jalur Bandung menuju Kopo resmi dibuka pada tahun 1918 untuk melayani jalur yang menuju ke perkebunan teh. Menyusul rute ke Ciwidey pada bulan Maret 1921. Sejarah merekam pada saat itu, koran Belanda yang bernama Javabodie menulis, euforia masyarakat yang merayakan peresmian Stasiun Bandung yang dilakukan selama 2 hari berturut – turut.
Perekonomian Kota Bandung yang maju pesat pada masa itu merupakan hasil dari komoditas perkebunan rakyat seperti kina, teh, kopi dan karet. Hasil – hasil bumi tersebut didistribusikan dengan cepat  menggunakan kereta api sebagai alat transportasi utama.
Dengan prestasi yang demikian, Stasiun Bandung mendapatkan penghargaan dari pemerintah kota berupa sebuah monumen yang dibangun persis di depan stasiun, pada peron di bagian selatan.
Monumen tersebut dihiasi oleh lentera yang berjumlah 1.000 lentera yang merupakan rancangan Ir. EH De Roo. Pada tahun 1990, tugu tersebut diganti oleh monumen lokomotif uap seri TC 1008 yang merupakan replika dari bentuk aslinya.
Dibalik kisah sejarahnya yang panjang dan mengesankan, Stasiun Bandung menjadi daya tarik yang atraktif bagi pengunjung dan menjadi bagian dari rangkaian perjalanan menjelajah wisata Bandung.

8. Villa Isola Bandung

villa-isola-bandung - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Bangunan ini terletak di dalam Universitas Pendidikan Indonesia. Gedung ini dirancang oleh C.P. Wolff Schoemaker. Villa Isola memang nampak indah dan asri. Gedung yang sempat menjadi hotel ini dijadikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru apda tahun 1953 oleh Kementrian Pendidikan.
Gaya arsitektur bangunan yang bercorak art deco banyak ditemui pada bangunan dan gedung di setiap obyek wisata bandung, khususnya wisata sejarah. Salah satu contohnya adalah Villa Isola yang kini digunakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Bangunan yang terletak di kawasan pinggiran utara Kota Bandung. ini, berlokasi pada dataran tanah yang tinggi. Mulai dibangun pada tahun 1933, bangunan mewah ini merupakan sebuah rumah tinggal milik seorang konglomerat Belanda yang bernama Dominique Willem Berrety.
Tak lama kemudian, bangunan megah ini berpindah pemilik alias dijual kepada pemilik barunya, yaitu Hotel Savoy Homann. Hingga kini, gedung tersebut digunakan olek pihak rektorat UPI (dulu IKIP) sebagai kantor.

9. Jalan Braga Bandung

jalan-braga-bandung - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Salah satu jalan yang legendaris di Kota kembang ini merupakan sebuah jalan yang menjadi obyek wisata bandung yang cukup menarik dan sarat dengan nilai dan kisah sejarah didalamnya.
Mulai dari era 1920-an era 1920-an hingga era 1930-an, Jalan Braga dikenal memiliki deretan bangunan kuno yang eksotis dan menarik. Di kawasan yang juga mendapatkan gelar “The Most Fashionable Street in The East Indies” pada zaman kolonial dan merupakan surganya wisata dan belanja bagi para pelancong.
Pada masa awalnya, Jalan Braga ini dikenal sebagai jalan, karena daerahnya sangat rawan dengan kegiatan kriminal tersebut. Selain itu, kawasan jalan ini juga dikenal luas dikalangan orang – orang Belanda sebagai Jalan Pedati (Pedatiweg) pada era 1900-an.
Lambat laun, Jalan Braga mulai ramai terisi oleh para pengusaha Belanda yang mendirikan toko, bar, hingga tempat hiburan. Berganti pada era 1920-1930-an, baru mulai bermunculan toko – toko pakaian dan butik (boutique) yang berkiblat pada mode yang ada di kota Paris, Perancis.
Selain itu, keberadaan gedung  Societeit Concordia yang terkenal dengan pengunjungnya yang dikhususkan dari kalangan elite Belanda, berdirinya Hotel Savoy Homann yang eksklusif dan deretan bangunan berkelas lainnya, membuat Jalan Braga semakin terkenal dan termahsyur.
Dibalik gemerlapnya Jalan Braga pada era kolonial Belanda, kawasan ini juga secara tidak langsung berkembang menjadi kawasan remang – remang alias pelacuran yang dikenal luas luas di kalangan turis asing. Dari siniliah istilah Bandung Kota Kembang berasal.

10. Gedung Merdeka Bandung

gedung-merdeka-bandung - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Pada tahun 1926, Van Galen Lasr dan C.P Wolff Schoemaker yang merupakan Guru Besar Technische Hoogeschool te Bandoeng ( kini Institut Teknologi Bandung) yang juga merupakan seorang arsitek, merancang sebuah bangunan serbaguna yang sangat megah.
Kemegahan gedung ini terlihat dari struktur rancangannya yang sangat luas, penggunaan marmer yang berkilau buatan italia sebagai lantainya, ruangan yang difungsikan sebagai ruang untuk bersantai sembari minum – minum yang terbuat dari kayu cikenhout, ditambah dengan lampu kristal hias sebagai pemanis ruangan yang tergantung dan terlihat gemerlap.
Dengan luas areal mencapai 7.500 m2, pertama kali dibangun pada tahun 1895, bangunan ini dinamakan  SociĆ«teit Concordi, yang digunakan sebagai sarana berkumpul para pembesar, perwira, pegawai perkebunan belanda dan pengusaha Belanda yang ada di Kota Bandung.
Di tahun 1926, bangunan megah ini direnovasi ulang secara keseluruhan oleh Wolff Schoemacher, Aalbers dan Van Gallen dan rekan – rekannya. Karena gedung ini digunakan untuk berkumpul para elite Belanda pada masa itu. Pada malam harinya, gedung ini penuh dengan keriuhan oleh mereka yang sedang berpesta, berdansa, menonton pertunjukan kesenian hingga makan malam.
Hingga beralih masa pada pendudukan penjajah Jepang, bangunan gedung ini dinamakan Dai Toa Kaman yang berfungsi sebagai pusat kebudayaan. Pada saat peristiwa proklamasi kemerdekaan Indoenesia tanggal 17 Agustus 1945, di gedung ini pula, oleh para pemuda Indonesia kemudian menjadikannya sebagai markas komando yang bertujuan merebut kekuasaan dari penjajah Jepang yang masih tersisa.
Setelah pulih dari penjajahan dan kondisi pemerintahan Indonesia telah terbentuk pada periode 1946 hingga 1950, gedung concordia ini difungsikan kembali sebagai tempat untuk menggelar pertemuan umum oleh pemerintahan Haminte Bandung, Negara Pasundan, dan Recomba Jawa Barat.

11. Gedung Konvensi Landmark Bandung

gedung-landmark-bandung-1 - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Kota wisata Bandung yang penuh dengan bangunan bersejarah pada masa penjajahan kolonial Belanda, menyisakan berbagai peninggalan penting yang keberadaannya bisa disaksikan hingga di zaman modern.
Salah satu dari gedung bersejarah tersebut adalah Gedung Konvensional Landmark yang terletak di kawasan Braga, Kota Bandung. Gedung yang kini termasuk cagar budaya sejarah yang dilestraikan keberadaanya, mempunyai cerita sejarah yang unik untuk diungkap.
Ketika Indonesia menjadi jajahan pemerintah kolonial Belanda, bangunan yang kini dikenal sebagai Gedung Landmark itu, dulunya merupakan bangunan toko buku yang bernama Van Dorp yang didirikan sejak tahun 1922 hingga medio tahun 1960-an.
Memasuki tahun 1970, toko buku Van Dorp ditutup dan beralih fungsi menjadi gedung bioskop. Sejak dari saat itu, Gedung Landmark tersebut berubah – ubah fungsinya penggunaannya, meski dari segi bangunan tidak ada perubahan yang mencolok.
Di era modern saat ini, Gedung Landmark berubah menjadi gedung serbaguna yang memiliki banyak fungsi dan kegunaan. Salah satu kegiatan yang sering diselenggarakan adalah pesta pernikahan maupun kegiatan resmi lainnya seperti pameran dan bazaar.

12. Gedung Sate Bandung

gedung-sate-bandung - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Kota  Wisata Bandung yang berhawa sejuk, mempunyai sebuah bangunan yang disebut dengan Gedung sate. Gedung eksotis yang kental dengan nilai sejarah dan seni tersebut, menjadi ciri khas  yang ikonik dari Kota yang mempunyai sebutan Priangan tersebut.
Gedung Sate yang mulai didirikan pada tahun 1920 tersebut, mempunyai ciri khas berupa ornamennya yang mempunyai arsitektur tusuk sate pada menara utama yang terletak di tengah gedung.
Bangunan berwarna putih ini juga disebut sebagai Gouvernements Bedrijven (GB), pada masa penjajahan kolonial Belanda. Prosesi peletakan batu pertama dalam pembangunannya dilakukan oleh Johanna Catherina Coops yang merupakan puteri sulung dari Walikota Bandung, B. Coops. dan Petronella Roelofsen sekaligus mewakili Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia, J.P. Graaf van Limburg Stirum.
Selain dihadiri oleh tokoh dan pejabat elite pada masa itu, pembangunan Gedung Sate ini merupakan hasil kolaborasi yang telah direncanakan dengan matang oleh tim arsitek Hindia Belanda.
Tim arsitek tersenut beranggotakan Ir. J.Gerber yang merupakan seorang arsitek muda lulusan Fakultas Teknik Delf Nederland, Ir.Eh.De Roo dan Ir.G. Hendriks dan didukung oleh pihak dari Gemeente van Bandoeng, diketuai Kol. Pur. VL. Slors.
Selain para arsitek Belanda tersebut, pengerjaan bangunan gedung ini juga banyak melibatkan pekerja pribumi dan China, dengan jumlah total hingga 2000 pekerja. Pekerja dari China yang dipekerjakan mencapai 150 orang dengan keahlian sebagai pengukir kayu dan batu nisan.
Sementara itu, dari pihak pribumi, banyak yang didatangkan dari Kampung Sekeloa, Kampung Coblong Dago, Kampung Gandok dan Kampung Cibarengkok. Mereka bertugas sebagai tukang batu dan kuli aduk bahan bangunan.
Arsitektur Gedung Sate yang mempunyai nuansa tradisional khas Indonesia ini, tidak lepas dari tangan dingin arsitek Ir. J.Gerber dan timnya, serta masukan dan arahan dari maestro arsitek Belanda yaitu Dr.Hendrik Petrus Berlage. Pada medio 1980-an, Gedung sate lebih dikenal sebagai Kantor Gubernur dan digunakan sebagai pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat.
Gedung Sate di masa kini telah menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang mempunyai nilai seni dan historis yang tinggi. Tidak salah jika bangunan ini menjadi ikon dari Kota Bandung yang banyak menyita perhatian masyarakat.

13. Grand Hotel Preanger

grand-hotel-preanger-bandung - Wisata Bandung | Menyusuri 13 Kawasan dan Bangunan Bersejarah di Kota Bandung - paket wisata
Grand Hotel Preanger yang dahulu pernah menjadi hotel kelas atas pada zaman penjajahan kolonial Belanda ini, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang terdapat di Kota Bandung.
Bangunan hotel tersebut awalnya adalah sebuah toko yang menyediakan aneka kebutuhan bagi warga Belanda, khususnya para Priangan  planters atau pemilik usaha perkebunan dan pertanian yang ada di sekitar Kota Bandung.
Tahun 1884 merupakan tahun keemasan bagi industri pertanian dan perkebunan yang berhasil dikelola oleh para Priangan Planters. Mereka yang bergelimang kesuksesan, mulai sering mendatangi Kota Bandung untuk sekedar menginap dan berlibur.
Karena toko yang biasa menyuplai kebutuhan mereka selama berada di bandung gulung tikar, lalu muncul seorang Belanda yang bernama W.H.C Van Deeterkom yang mengubah toko tersebut menjadi sebuah hotel yang diberi nama Hotel Preanger pada tahun 1897.
Bangunan hotel dengan arsitektur bergaya Indische Empire tersebut kemudian berubah nama menjadi Grand Hotel Preanger pada tahun 1920. Hotel yang pernah menjadi simbol kebangaan warga Belanda selama lebih dari seperempat abad tersebut, mengalami proses renovasi dan didesain ulang.
Adalah Prof. Charles Proper Wolff Schoemaker yang melakukan perubahan sekaligus merenovasi dan desain ulang pada bangunan hotel pada tahun 1929. Pada proses pengerjaanya, beliau juga di bantu oleh Ir. Soekarno (presiden pertama RI) yang merupakan murid dari Prof. Charles Proper Wolff Schoemaker.
Hingga kini, Hotel yang telah mengalami banyak pergantian manajemen pengelola seperti N.V Saut, C.V. Haruman dan P.D. Kertawisata. Hingga pada tahun 1987 sampai saat ini. kendali manajemen dipegang oleh PT. Aerowisata dan berganti nama menjadi Prama Grand Preanger pada tahun 2014.
Merasakan kembali nuansa elegan ala masyarakat kelas atas di zaman kolonial pada masa lalu, bisa ditemukan pada hotel legendaris ini. Bangunan bersejarah yang kini menjadi bagian wisata Bandung ini tentu menjadi wisata sejarah yang menarik di Kota Bandung.

Senin, 22 Januari 2018

Pantai Drini Wonosobo Wisata Jogja Yang Glamor

Pantai Drini Wonosobo Wisata Jogja Yang Glamor
Pantai Drini Gunung Kidul Jogja – Kami masih akan terus mengulas tentang obyek wisata pantai di Gunung Kidul Jogja. Karena di kawasan ini banyak sekali pantai yang rekomended dan memukau yang dapat anda jadikan tujuan wisata selanjutnya. Terdapat diantaranya Pantai Pok Tunggal, Pantai Nglambor, Pantai Baron dan Pantai Drini.
Pada kesempatan yang baik ini kami membahas lebih lanjut tentang Pantai Drini Gunung Kidul Jogja. Karakteristik dari Pantai Drini Gunung Kidul Jogja ini mirip dengan Pantai Pok Tunggal yakni memiliki view dari ketinggian yang menakjubkan. Nah jadi jika sobat menyukai wisata di ketinggian sekaligus wisata pantai maka anda wajib banget datang ke Pantai Drini Gunung Kidul Jogja. Disini anda dapat merasakan sensasi keduanya.

Wisata Pantai Drini Gunung Kidul Jogja

Landscape Pantai Drini Gunung Kidul Jogja secara luas dapat anda saksikan dari tebing-tebing tinggi atau yang bisa disebut juga sebagai pulau disekitaran kawasan. Terdapat beberapa dataran tinggi yang dapat anda gunakan untuk menilik indahnya Pantai Drini Gunung Kidul Jogja.
Tak ada salahnya untuk menjelajahi keindahan pantai yang ada dikawasan Gunung Kidul Jogja yang populer. Keindahan dan bentang alamnya akan menyadarkan kita betapa indahnya ciptaan Tuhan YME ini.

Daya Tarik Pantai Drini Gunung Kidul Jogja

Diatas telah mimin sebutkan kelebihan dari Pantai Drini Gunung Kidul Jogja atau yang juga populer dengan sebutan Drini Beach ini yakni karena viewnya yang indah. Namun masih banyak kelebihan yang disuguhkan oleh Pantai Drini Gunung Kidul Jogja antara lain :
Pasir Putih yang Lembut
Seperti halnya pantai-pantai lain di kawasan Gunung Kidul Jogja, Pantai Drini Gunung Kidul Jogja juga memiliki pasir putih yang lembut sehingga anda akan sangat nyaman menjejakkan kaki di lokasi.
Air Laut yang Jernih
Air laut yang jernih menjadi kebanggaan bagi Pantai Drini Gunung Kidul Jogja. Ombaknya pun cukup bersahabat sehingga aman dan nyaman digunakan untuk berwisata.
Pesisir Pantai yang Landai dan Luas
Kelebihan kedua dari pantai ini adalah pesisir pantainya yang landai serta luas. Di pantai yang landai ini para pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas menyenangkan seperti bermain pasir, berjemur, berenang, berolahraga serta melakukan kegiatan menarik lainnya.
Menikmati Kuliner Lezat
Setelah lelah seharian berenang dan bermain di Pantai Drini Gunung Kidul Jogja. Anda dapat menghilangkan rasa lapar anda dengan memesan menu di warung-warung yang ada dikawasan ini.
Warung atau resto di Pantai Drini Gunung Kidul Jogja menyediakan kuliner laut yang sangat lezat yang dapat menggoyang lidah anda. Ikan bakar, nasi putih hangat dan es teh menjadi salah satu menu faforit para wisatawan.
View dari Ketinggian
Cara lain untuk menikmati Pantai Drini Gunung Kidul Jogja selain terjun langsung dipantainya adalah dengan menyaksikan Pantai Drini Gunung Kidul Jogja dari ketinggian. Terdapat bukit-bukit cukup besar di sekitaran kawasan Pantai Drini Gunung Kidul Jogja.
Bukit-bukit ini telah dilengkapi dengan pondok-pondok atau gazebo yang dapat anda gunakan untuk beristirahat loh.
Tempat selfie yang Asyik
Pantai Drini Gunung Kidul Jogja memiliki pemandangan yang mempesona sehingga jika anda mengambil gambar di Pantai Drini Gunung Kidul Jogja maka anda akan mendapatkan hasil jepretan yang sempurna.
Fasilitas Lengkap
Pantai Drini Gunung Kidul Jogja telah dibekali dengan fasilitas yang cukup lengkap seperti resto, penginapan di pantai drini, toilet, gazebo, mushola dan sarana prasarana lainnya.

Lokasi Pantai Drini Gunung Kidul Jogja

Pantai Drini Gunung Kidul Jogja beralamat di Pantai Drini dan Drini Beach Snorkeling terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Fasilitas di Pantai Drini Gunung Kidul Jogja

Sarana dan prasarana yang disediakan oleh Pantai Drini Gunung Kidul Jogja sudah sangat memadahi terdapat fasilitas seperti :
  • Area parkir yang luas
  • Fasilitas MCK
  • Tempat Ibadah
  • Warung Makan
  • Gazebo tempat istirahat
  • Penginapan di Pantai Drini

Harga Tiket Masuk Pantai Drini Gunung Kidul Jogja

Harga tiket masuk yang dikenakan oleh Pantai Drini Gunung Kidul Jogja cuku murah dan terjangkau. Berikut adalah biaya tiket yang harus anda keluarkan ketika berwisata di Pantai Drini Gunung Kidul Jogja :
  • Harga Tiket Masuk : Rp.4.000,- per orang
  • Harga Parkir Motor : Rp.3.000,- per motor
  • Harga Parkir Mobil : Rp.5.000,- per mobil
  • Jalan Menuju Pantai Drini Gunung Kidul Jogja
Terdapat beberapa rute dan alternatif jalur menuju Pantai Drini Gunung Kidul Jogja baik dari solo maupun dari jogja, antara lain :
Rute Menuju Pantai Drini dari Solo
  • Lewat Klaten : Cawas – Semin – Watukelir – Karangmojo – Tanjungsari – Pantai Drini.
  • Lewat Sukoharjo : Solo – Sukoharjo – Tawangsari – Semin – Watukelir – Karangmojo – Tanjungsari – Pantai Drini.
Rute Menuju Pantai Drini dari Jogja
  • Jogja – Piyungan – Patuk – Sambipitu – Lanud TNI Gading – Siyono – Bundaran Tugu BPD lurus ke timur – Wonosari – Jalan Baron – Tanjungsari – Pos Retribusi Kawasan Pantai Gunungkidul – Pantai Drini.
Demikian pesona wisata Pantai Drini Gunung Kidul Jogja lengkap dengan rute, htm, lokasi dan karakteristiknya. Semoga informasi yang kami berikan ini dapat memperluas wawasan wisata anda.
Sumber : http://ayo.pergi.biz/panta3cbe

Wisata Goa Terindah di Gunung Kidul Yogyakarta

Wisata Goa Terindah di Gunung Kidul Yogyakarta
Wisata Goa Yogyakarta – Kota Yogyakarta memang sangat pantas jika menerima julukan sebagai sebuah kota wisata. Memang banyak sekali objek wisata di Yogyakarta yang dapat kita temukan. Tak hanya identik dengan objek wisata sejarah dan budayanya saja, akan tetapi Yogyakarta juga memiliki banyak sekali objek wisata alam yang eksotis.
Bahkan tak hanya kaya akan objek wisata alam berupa pantai atau gunung – gunung saja, akan tetapi bumi Yogyakarta juga punya banyak sekali objek wisata alam yang berupa goa. Tak pelak, goa – goa ini memberikan pesona alam yang begitu memukau.
Anda ingin tahu apa saja objek wisata di Yogyakarta yang punya panorama alam sangat eksotis? Ini dia informasinya untuk anda!
Dijamin keseruan akan anda dapatkan dengan berwisata ke beberapa wisata alam tersebut. Yuk langsung saja simak apa saja objek wisata goa terindah di Yogyakarta.
Gunung kidul tak hanya menjadi surga bagi wisata pantai. Akan tetapi Gunung Kidul juga menjadi surga bagi wisata goa. Banyak sekali tebaran goa – goa yang dapat kita temukan di Gunung Kidul Yogyakarta.
Dan goa pertama yang sangat layak untuk kita kunjungi di Gunung Kidul Yogyakarta adalah.
Goa Pindul
Goa Pindul ini merupakan sebuah goa yang punya kesan berbeda dengan goa – goa lainnya di Gunung Kidul. Kita dapat menyaksikan aliran sungai tenang di dalam goa.
Lantas bagaimana cara kita menikmati keseruan wisata di Goa Pindul?
Tentu kita menikmati keseruan wisata di Goa Pindul dengan cara yang lain. Cara menikmati keseruan di Goa Pindul ini adalah dengan cave tubing. Nah, biasanya kan anda melakukan tubing di arus sungai yang mengalir di tengah – tengah hutan nih, kali ini anda bisa menikmati tubing di dalam goa yang memberikan kesan sunyi dan tenang yang berbeda untuk anda.
Dijamin wisata anda akan sangat seru di Goa Pindul. Setelah puas berwisata di Goa Pindul, anda bisa berkunjung ke tempat wisata goa lainnya yakni…
Goa Jomblang
Goa Jomblang adalah salah satu goa unik yang terdapat di Jetis Wetan, Pacarejo, Semanu, Gunung Kidul. Goa ini adalah sebuah goa vertikal dengan kedalaman sekitar 60 meter yang terdapat sebuah hutan purba didalamnya.
Pastinya petualangan kita akan dibuat seperti petualangan asli di film – film ketika berwisata ke Goa ini. Adrenalin kita juga akan terpacu untuk melawan arus demi sampai di hutan purba yang terdapat di dalam goa.
Pastinya keseruan demi keseruan akan kita temukan dengan mengunjungi wisata goa yang terdapat di Gunung Kidul Yogyakarta. Bagi anda yang tertarik, segera kunjungi Wisata Goa Terindah di Gunung Kidul Yogyakarta dan dapatkan sensasi serunya disana.